Bulan Dana Pmi Wonosobo Tembus Rp1,77 Miliar, Lampaui Target 6,04 Persen
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,77 miliar melalui program Bulan Dana PMI 2026. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp1,6 miliar atau sekitar 6,04 persen.
Ketua PMI Kabupaten Wonosobo, Heru Kurniawan, mengatakan capaian tersebut menjadi catatan positif karena penggalangan dana tahun ini dapat dituntaskan hanya dalam waktu tiga bulan tanpa perpanjangan masa pengumpulan.
“Pengalaman Bulan Dana PMI dari tahun 2022 sampai 2026, baru kali ini tidak ada perpanjangan waktu. Alhamdulillah, dari target Rp1,6 miliar, kita bisa melampaui sebesar 6,04 persen. Tahun ini kita tutup dengan perolehan Rp1,77 miliar,” kata Heru.
Bulan Dana PMI 2026 dimulai pada 15 Juni dan berakhir pada 15 September. Menurut Heru, secara efektif proses penggalangan dana berlangsung sekitar dua bulan.
Capaian tersebut juga mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya pada periode sebelum dilakukan perpanjangan waktu.
Heru menjelaskan, pada 2025, sebelum masa penggalangan diperpanjang, dana yang terkumpul baru sekitar Rp1,3 miliar. Setelah diperpanjang, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar Rp1,9 miliar.
“Kalau tahun ini tanpa perpanjangan kita sudah mendapatkan Rp1,77 miliar. Jadi kalau dibandingkan pada masa yang sama, sebenarnya tahun ini lebih besar,” jelasnya.
Heru menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan para donatur serta masyarakat Wonosobo. PMI memilih tidak memperpanjang Bulan Dana tahun ini dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang juga menghadapi berbagai kebutuhan, termasuk dampak bencana.
“Kalau kita teruskan mungkin bisa Rp2 miliar lebih. Tetapi kita juga melihat situasi ekonomi masyarakat. Banyak bencana yang terjadi, sehingga perlu langkah-langkah strategis,” ujarnya.
Menurut Heru, keputusan menutup Bulan Dana setelah tiga bulan juga bertujuan agar dana yang terkumpul dapat segera dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Fokus Penanganan Dampak El Nino
Memasuki tiga bulan terakhir 2026, PMI Wonosobo akan meningkatkan perhatian terhadap potensi dampak El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga Februari.
Salah satu fokusnya adalah mendukung operasional pengelolaan dan distribusi air bersih bagi wilayah yang mengalami kekurangan air.
Heru mengatakan PMI Wonosobo juga telah memberikan bantuan air bersih ke sejumlah daerah di luar Wonosobo. Salah satunya Kabupaten Purbalingga, dengan distribusi sekitar 60.000 liter air bersih selama satu minggu.
“Untuk di Wonosobo, distribusi air juga rutin dilakukan ke daerah seperti Padasintang dan Kalimiro,” katanya.
Bantuan air bersih tersebut diberikan berdasarkan permintaan masyarakat maupun wilayah yang membutuhkan. PMI, kata Heru, tidak menetapkan pungutan kepada masyarakat untuk layanan distribusi air bersih tersebut selama digunakan untuk kepentingan umum.
PMI Wonosobo memiliki mobil tangki dengan kapasitas sekitar 5.000 liter yang dapat digunakan untuk mendukung distribusi air bersih.
Masyarakat maupun pemerintah desa yang membutuhkan bantuan dapat mengajukan permintaan kepada PMI. Selanjutnya, PMI akan menyesuaikan dengan jadwal distribusi yang sudah ada.
“Kalau tidak ada jadwal pada hari itu yang berbarengan, insya Allah bisa segera kami kirimkan. Sekali lagi tidak dipungut biaya apa pun, tetapi untuk kepentingan umum, bukan untuk pribadi,” tegas Heru.
Dana PMI Juga Digunakan untuk Penanganan Kebakaran
Selain penanganan kekeringan dan distribusi air bersih, PMI Wonosobo juga mulai menerapkan pola bantuan berupa uang untuk korban kebakaran.
Kebijakan tersebut dilakukan setelah PMI Kabupaten Wonosobo mendapatkan izin dari PMI Provinsi Jawa Tengah.
Heru mengatakan bantuan dalam bentuk uang dinilai lebih fleksibel karena dapat langsung digunakan oleh korban untuk memenuhi kebutuhan mendesak setelah bencana.
“Khusus untuk kebakaran, mulai dari kejadian kebakaran di Kejajar, kita minta izin kepada PMI Provinsi Jawa Tengah supaya bantuan bisa diberikan dalam bentuk uang. Alhamdulillah, izin tersebut diperbolehkan,” ungkapnya.
Dalam penerapan awal kebijakan tersebut, PMI Wonosobo memberikan bantuan sebesar Rp20 juta kepada korban kebakaran yang menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan total.
“Kalau selama ini kita membantu dalam bentuk barang, sekarang kita bisa membantu dalam bentuk uang. Ini pertama kalinya,” jelas Heru.
Penggunaan Dana Bulan Dana
Heru menjelaskan dana Bulan Dana PMI yang terkumpul tidak seluruhnya digunakan untuk kegiatan di tingkat Kabupaten Wonosobo.
Dari total dana yang terkumpul sebesar Rp1,77 miliar, sekitar 10 persen disetorkan kepada PMI Provinsi Jawa Tengah. Sementara sekitar 90 persen dikelola PMI Kabupaten Wonosobo untuk berbagai program kemanusiaan.
Dari porsi 90 persen tersebut, sekitar 50 persen dialokasikan untuk penanganan bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
Kemudian sekitar 25 persen digunakan untuk kebutuhan relawan, operasional, serta dukungan kegiatan PMI. Selanjutnya sekitar 20 persen dialokasikan untuk peningkatan kapasitas, pelatihan, seragam, dan kebutuhan relawan.
Sementara sekitar 5 persen disimpan sebagai dana cadangan yang dapat digunakan ketika terjadi kondisi darurat.
Heru memastikan pengelolaan dana PMI dilakukan secara akuntabel. Setiap tahun, pengelolaan keuangan PMI juga menjalani pemeriksaan oleh akuntan publik.
“Setiap tahun kita diperiksa oleh akuntan publik,” tegasnya.
PMI Siapkan Dana untuk Respons Bencana
Dengan adanya dukungan dana dari Bulan Dana PMI 2025 yang masih menopang program pada 2026 serta tambahan dana dari Bulan Dana 2026, Heru optimistis PMI Wonosobo masih memiliki kemampuan untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan bencana hingga periode Bulan Dana berikutnya.
“Insya Allah untuk kecukupan anggaran mengantisipasi bencana tahun ini, PMI bisa support. Apalagi kita juga masih punya dana cadangan,” katanya.
Heru menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan donatur yang telah memberikan dukungan melalui Bulan Dana PMI.
Menurutnya, capaian Rp1,77 miliar dalam waktu relatif singkat menunjukkan masih tingginya kepedulian masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan.
“Yang jelas saya menaruh hormat kepada para donatur PMI. Ini luar biasa. Dalam tiga bulan kita bisa sampai Rp1,77 miliar,” pungkasnya.