Gebrakan Baru, Pbi Gerbangmassa Jawa Tengah Gandeng Lpk Indotech Buka Jalan Emas Meniti Karir Di Jep
PURBALINGGA,-
Semangat menatap masa depan terpancar dari wajah puluhan generasi muda yang memenuhi ruang pertemuan Kampus Politeknik Madyatika Purbalingga, Rabu (15/7/2026). Mereka mengikuti pembekalan sebagai langkah awal mengikuti program pelatihan bahasa Jepang yang menjadi gerbang menuju kesempatan bekerja di Negeri Sakura.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Perserikatan BUM Desa Indonesia Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa (PBI GERBANGMASSA) Provinsi Jawa Tengah dengan LPK CITRA INDOTECH JAYA, sebagai bentuk nyata menghadirkan peluang kerja luar negeri yang berkualitas bagi masyarakat.
Ketua Umum PBI GERBANGMASSA Jawa Tengah Eko Hermawan, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar pelatihan bahasa, melainkan komitmen untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.
"Melalui program ini kami ingin memastikan bahwa keterbatasan biaya tidak lagi menjadi penghalang. Karena itu, kami menghadirkan program Dana Talangan Tanpa Jaminan, sehingga semakin banyak anak-anak muda dapat mewujudkan impiannya bekerja di Jepang," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, PBI GERBANGMASSA Jawa Tengah memilih LPK INDOTECH sebagai mitra karena rekam jejaknya yang telah puluhan tahun mencetak tenaga kerja profesional, berkarakter, disiplin, dan mampu bersaing di dunia kerja internasional.
Peserta yang berasal dari Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas tampak antusias mengikuti setiap sesi pembekalan. Mereka mendapatkan penjelasan secara menyeluruh mengenai seluruh tahapan menuju penempatan kerja di Jepang.
Pimpinan LPK INDOTECH Imam Syaefudin, menyampaikan komitmennya untuk mendampingi seluruh peserta hingga siap diberangkatkan.
"Kami tidak hanya mengajarkan bahasa Jepang, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta mental kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di Jepang," jelasnya.
Materi pembekalan disampaikan secara komprehensif, mulai dari persyaratan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pembentukan mental, alur penempatan kerja, etika dan budaya kerja Jepang, pemberkasan dokumen keberangkatan, gambaran penghasilan, hingga pengelolaan keuangan. Yang tak kalah menarik, peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti program kuliah, sehingga ketika kembali ke Indonesia tidak hanya membawa hasil finansial, tetapi juga ilmu pengetahuan dan ijazah sebagai bekal masa depan.
Sementara itu Ketua Penyelenggara Andika Dwiyanto sekaligus Wakil Sekretaris PBI GERBANGMASSA Jawa Tengah menegaskan, bahwa program ini akan terus berlanjut mengingat tingginya kebutuhan tenaga kerja ke Jepang yang mencapai sekitar 3.000 orang pada tahun 2026.
Ke depan, PBI GERBANGMASSA Jawa Tengah akan menjadikan BUM Desa di berbagai wilayah sebagai pusat pembelajaran bagi calon tenaga kerja. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat sekaligus menekan biaya pelatihan.
Suasana pembekalan semakin membakar semangat peserta saat Mas Yanto dari Purbalingga, yang telah lebih dari 20 tahun berkarier di berbagai negara, membagikan pengalaman dan motivasinya.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan emas tersebut dengan sungguh-sungguh.
"Dengan adanya Dana Talangan Tanpa Jaminan, pendampingan penuh dari PBI GERBANGMASSA, serta pengalaman LPK NDOTECH ini adalah peluang yang sangat berharga. Kuncinya adalah disiplin, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar," pesannya.
Melalui sinergi antara organisasi masyarakat, BUM Desa, dan lembaga pelatihan profesional, program ini diharapkan menjadi jembatan lahirnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing global, serta mampu membawa manfaat bagi keluarga, daerah, dan bangsa.
(Eko Hermawan)