Sman 3 Rangkasbitung Segera Direlokasi, Pemprov Banten Siapkan Lahan Baru Lebih Luas
Keterbatasan lahan dan fasilitas di SMAN 3 Rangkasbitung menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten. Dengan luas lahan saat ini hanya sekitar 2.800 meter persegi, sekolah menghadapi sejumlah kendala, mulai dari minimnya ruang aktivitas siswa hingga persoalan genangan saat hujan.
Karena itu, Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung kondisi sekolah dan menyiapkan rencana relokasi ke lokasi baru yang lebih luas dan representatif.
“Sekolah ini lahannya hanya 2.800 meter persegi, yang kami monitor adalah rencana relokasi. Kita lihat sendiri sangat kecil dan sudah saatnya kita relokasi,” kata Andra Soni.
Lokasi baru yang disiapkan memiliki luas lebih dari 6.000 meter persegi. Relokasi ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Dengan lokasi yang lebih luas, sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semakin memadai, daya tampung bertambah, serta kualitas pembelajaran meningkat.
Kepala SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, menyampaikan bahwa selama ini sekolah belum memiliki lapangan sendiri sehingga berbagai kegiatan siswa kerap memanfaatkan fasilitas umum di sekitar sekolah.
“Kalau hujan halaman sekolah banjir. Air masuk ke sekolah karena saluran air tertutup akibat jalan yang ditinggikan,” ujarnya.
Relokasi juga diharapkan memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat serta memberikan ruang yang lebih nyaman bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan potensi.
Pada kesempatan yang sama, pihak sekolah menegaskan komitmennya menjaga pelaksanaan SPMB tetap sesuai aturan. Panitia tetap menolak segala bentuk titip-menitip calon siswa di luar prosedur yang berlaku.
“Kami tidak takut. Kami tidak mau memakai jalur-jalur, kalau sudah titip-nitip bisa diserang kita. Alhamdulillah, tahun ke tahun aman,” tegas Reri.