P4kbb Gelar Milangkala Ke 5 Dan Musyawarah Besar, Pilih Ketua Umum Baru
Sorotnuswantoro.com-Ngamprah, 14 Juni 2026 – Perkumpulan Pejuang Pemekaran Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) menggelar peringatan milangkala ke-5 sekaligus Musyawarah Besar (Musbes) di kawasan Wisata Pacuan Kuda Paku Haji, Desa Paku Haji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, antara lain pendiri sekaligus sesepuh Kabupaten Bandung Barat Haji Jamu Kertabudi, Apung, serta Mega Hari.
Dalam musyawarah tersebut, secara aklamasi terpilih Bapak Yakob Anwar Lewi S.ip sebagai Ketua Umum P4KBB untuk masa bakti 2026–2031. Usai dilantik, Yakob menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir yang berjalan lancar, serta berharap dukungan seluruh anggota agar ke depannya dapat terus berkembang sesuai cita-cita awal para pejuang pemekaran, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Setelah kepengurusan terbentuk, kami akan segera menyusun program kerja. Tugas utama kami adalah memberikan masukan, kritik, dan solusi konstruktif kepada pemerintah agar pembangunan di Bandung Barat berjalan sesuai harapan,” ujar Yakob.
Ia menyoroti sejumlah persoalan mendesak yang perlu perhatian serius pemerintah. Pertama, masih banyak jabatan kepala dinas yang kosong dan belum terisi, yang dikhawatirkan dapat menghambat pelayanan publik menjelang peringatan HUT KBB ke-19 pada 19 Juni mendatang.

Selain itu, kondisi infrastruktur juga menjadi sorotan utama. Yakob menyebutkan banyak fasilitas umum seperti Puskesmas dan gedung sekolah yang rusak parah. Masalah kemacetan lalu lintas juga disorot, terutama di jalur strategis seperti Cimareme, Batujajar, dan Padalarang, yang sering mengular berjam-jam hingga menghambat akses kendaraan darurat seperti ambulans.
“Solusi yang paling nyata adalah pembangunan flyover di Cimareme. Kami sudah bertemu Bupati, Sekda, dan Kepala Dinas PUPR, mereka menyatakan dukungan, namun hingga kini janji pencadangan anggaran belum terwujud. Selain itu, pelebaran jalan dari underpass menuju kantor Pemda juga harus segera direalisasikan. Selama 19 tahun berdiri, belum ada pembukaan jalan baru yang signifikan,” tegasnya.
Tak hanya infrastruktur, aspek pendidikan dan kesehatan juga mendapat perhatian. Yakob mengingatkan agar kualitas pendidikan terus ditingkatkan, serta memastikan kelancaran pembayaran klaim BPJS Kesehatan agar tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.
Sementara itu, tokoh masyarakat Mega Hari menyampaikan bahwa peran organisasi dan masyarakat adalah mengawal kinerja pemerintahan. “Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati senantiasa belajar dan memperbaiki kekurangan. Jika ada yang kurang, kami berkewajiban mengingatkan dan mendorong agar visi misi tercapai. Anggaran daerah juga perlu diperhatikan: alokasi untuk pembangunan harus lebih besar dibandingkan belanja kepegawaian, agar hasilnya langsung dirasakan warga,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung soal beban pajak yang terus meningkat namun belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan fasilitas dan kesejahteraan. “Semoga aspirasi ini menjadi perhatian serius, agar pembangunan Bandung Barat lebih merata dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah,” pungkasnya.