Partai Prima Jateng Dan Dubes Iran Bahas Nasionalisme, Tegaskan Penjajahan Harus Dihapuskan

Partai Prima Jateng Dan Dubes Iran Bahas Nasionalisme, Tegaskan Penjaj
23-Jul-2026 | sorotnuswantoro Semarang

SEMARANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai PRIMA Jawa Tengah menggelar diskusi bertajuk Understanding Nationalism and Development in Iran di Rumah Po Han, Kota Lama Semarang, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, sebagai pembicara utama guna membahas nasionalisme, pembangunan, dan dinamika hubungan internasional.

Diskusi turut menghadirkan Ketua DPW Partai PRIMA Jawa Tengah Bagas Ardianto Saputra serta Direktur Global Thinkers Institute (GTI) Muhammad Ma'ruf, Ph.D. Acara diikuti kader Partai PRIMA, akademisi, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat umum yang antusias mengikuti jalannya forum.

Dalam pemaparannya, Mohammad Boroujerdi menjelaskan perjalanan Iran dalam menjaga kedaulatan negara, membangun kemandirian nasional, serta menghadapi berbagai tantangan di tingkat internasional. Ia juga memaparkan perkembangan negaranya di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan teknologi.

Menurut Boroujerdi, kerja sama antarnegara harus dibangun di atas prinsip saling menghormati kedaulatan, kesetaraan, dan kepentingan bersama sehingga mampu menciptakan hubungan internasional yang damai dan saling menguntungkan.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai sejarah Iran, strategi pembangunan nasional, hingga posisi negara tersebut dalam dinamika geopolitik global.

Sejumlah peserta juga menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menghormati hak setiap bangsa untuk menentukan arah pembangunan sesuai kepentingan nasionalnya tanpa adanya tekanan maupun intervensi dari kekuatan asing.

Ketua DPW Partai PRIMA Jawa Tengah, Bagas Ardianto Saputra, menegaskan bahwa sikap bangsa Indonesia dalam menolak imperialisme memiliki landasan konstitusional yang kuat sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Menurut Bagas, amanat konstitusi tersebut menjadi dasar moral dan politik bagi Indonesia untuk mendukung kemerdekaan seluruh bangsa, menghormati kedaulatan negara lain.

"Juga menolak segala bentuk penjajahan, kolonialisme, dan imperialisme dalam bentuk apa pun," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, DPW Partai PRIMA Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dialog internasional yang konstruktif, memperkuat semangat anti-imperialisme sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, serta mendukung terwujudnya tatanan dunia yang damai, adil, dan berkeadaban bagi seluruh umat manusia.

Forum ini juga diharapkan semakin mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Iran melalui pertukaran gagasan serta kerja sama yang berorientasi pada perdamaian dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap bangsa. ( )

Tags