Pemkab Tancapgas Kemiskinan, 765 Warga Miskin Di Tulung Agung Di Suntik Bansos 1.5 Juta
TULUNG AGUNG - Pemerintah Kabupaten Tulungagung tancap gas menekan angka kemiskinan ekstrem. Melalui Dinas Sosial, sebanyak 765 warga dari kelompok Desil 1—kategori paling rentan—langsung disasar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) tunai pada tahap awal 2026.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Kecamatan Besuki, Rabu (8/4/2026), oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, bersama jajaran Forkopimcam setempat.
Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, menegaskan setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tunai sebesar Rp1.500.000. Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening masing-masing melalui Bank Jatim guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
“Percepatan menjadi fokus utama kami. Sebanyak 765 warga Desil 1 kami dahulukan. Bantuan Rp1,5 juta ini diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus menjadi bantalan ekonomi yang nyata,” tegas Reni.
Ia memastikan proses penyaluran tidak berjalan sembarangan. Pencairan di lapangan dikawal ketat oleh tim pendamping sosial selama tiga hari berturut-turut guna mengantisipasi kendala teknis maupun potensi penyimpangan.
“Kami tidak main-main dengan akurasi data. Semua berbasis DTKS yang telah diverifikasi ulang. Pendamping kami wajib memeriksa identitas penerima secara detail agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Reni juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program tersebut. Warga diminta aktif melapor jika menemukan ketidaksesuaian data maupun distribusi di lapangan.
“Kalau ada yang merasa berhak tapi belum terdata, atau sebaliknya ada penerima yang tidak layak, silakan laporkan. Kami ingin program ini bersih, transparan, dan benar-benar menyentuh yang paling membutuhkan,” pungkasnya
(Frn)